AMBON,MALUKUINSIDE.COM-Dua proyek strategis nasional berupa pembangunan pabrik kelapa terintegrasi dan pabrik pengolahan pala akan dibangun di Kabupaten Maluku Tengah, Maluku.
Proyek strategis yang akan mendorong roda perekonomian daerah itu memiliki nilai investasi sebesar Rp 640 miliar.
Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir mengatakan kepastian pembangunan dua proyek stratgis nasional tersebut di daerah itu setelah pihaknya melakukan pertemuan dengan Direktur Jenderal Perkebunan beberapa waktu lalu.
Menurut Zulkarnain peletakan batu pertama pembangunan kedua proyek tersebut akan dihadiri langsung Presiden Prabowo Subianto.
“Dua proyek strategis nasional dipastikan akan dibangun di Maluku Tengah. Groundbreaking (peletakan batu pertama) direncanakan akan dihadiri bapak Presiden Prabowo Subianto,” kata Zulkarnain kepada wartawan.
Adapun untuk pembangunan pabrik kelapa terintegrasi nilai investasinya mencapai Rp500 miliar, sedangkan pabrik pengolahan pala senilai Rp140 miliar.
Menurut Zulkarnain pemerintah mempercayakan pelaksanaan kedua proyek ini kepada PTPN sebagai pihak pengelola, dengan rencana groundbreaking dalam satu hingga dua bulan ke depan.
Menurutnya pabrik kelapa terintegrasi nantinya akan memproduksi berbagai produk turunan bernilai tinggi, seperti medium chain triglycerides (MCT), tepung kelapa, hingga arang aktif, dengan kapasitas produksi mencapai 300.000 butir kelapa per hari.
“Sementara pabrik pengolahan pala akan difokuskan pada produksi oleoresin yang ditujukan untuk memenuhi standar pasar ekspor global,” ujarnya.
Tak hanya mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah, kehadiran dua industri ini juga diproyeksikan mampu menyerap sekitar 10.000 tenaga kerja, memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan angka pengangguran di Maluku Tengah.
Lebih lanjut, Bupati menambahkan bahwa proyek ini akan dijalankan melalui sinergi dengan Danantara, di mana PTPN berperan sebagai penghubung antara potensi petani lokal dengan teknologi industri modern serta akses pasar global.
Langkah ini dinilai sebagai tonggak penting dalam mendorong transformasi ekonomi berbasis sumber daya lokal menuju industri berdaya saing tinggi.
“Dua proyek ini akan menyerap tenaga kerja hingga mencapai 10.000 orang. Insya Allah, dengan dukungan penuh pemerintah pusat dan daerah, Maluku Tengah kini bersiap memasuki babak baru sebagai salah satu pusat pengolahan komoditas unggulan di Indonesia timur,” tandasnya. (ELO).




















