AMBON,MALUKUINSIDE.COM-Pertamina Patra Niaga melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Pattimura terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia bersama BKKBN Provinsi Maluku dan PAUD Sadar Lingkungan melalui Program Tamasya atau Taman Asuh Sayang Anak.
Kali ini, dilaksanakan kegiatan bertajuk Kelas Parenting Tamasya Darling dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran orang tua mengenai pola pengasuhan psikososial yang tepat bagi anak.
“Kegiatan ini dihadiri oleh 40 wali murid dan tenaga pendidik PAUD Sadar Lingkungan, sementara secara daring melalui YouTube dan Zoom, tercatat lebih dari 400 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia turut berpartisipasi aktif,” kata Febri Nur Faizin selaku AFT Manager AFT Pattimura dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (18/1/2026).
Menurut Febri kegiatan yang dilakukan tersebut merupakan pilar penting dalam pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Ia pun menyampaikan kepada BKKBN Provinsi Maluku Psikolog Novi Ernilawati, serta PAUD Sadar Lingkungan yang telah mendukung terlaksananya Kelas Parenting Tamasya Darling.
“Harapannya Kelas Parenting Tamasya Darling mampu membawa manfaat nyata bagi kita sebagai orang tua dan bagi masa depan anak-anak kita,” ujar Febri.
Senada, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, dr. Mauliwaty Bulo mengapresiasi inisiatif Pertamina dalam mendorong kolaborasi multi-pihak dalam mendukung pemberdayaan masyarakat.
“Kolaborasi menjadi kunci. Kelas Parenting Tamasya Darling ini sangat baik dan tepat karena mengajak orang tua hadir dan terlibat,”.
“arena kualitas interaksi orang tua dan anak memiliki dampak panjang terhadap masa depan bangsa. Kami turut sampaikan terima kasih karena telah percaya untuk berkolaborasi bersama demi pengembangan masyarakat,” tambahnya.
Fokus pada Pertumbuhan Psikososial
SementaraPsikolog Novi Ernilawati saat menyampaikan materi menyampaikan peran orang tua dalam membimbing fase pertumbuhan anak yang tidak hanya terbatas pada gizi dan fisik, tetapi juga aspek psikososial.
“Anak-anak memiliki fase pertumbuhan psikososial yang berbeda di setiap usianya. Peran orang tua adalah memfasilitasi dan membimbing anak agar mampu mencapai target pertumbuhan di setiap fase tersebut secara optimal,” ungkap Novi di hadapan para peserta yang tampak antusias dalam sesi diskusi.
Kepala Sekolah PAUD Sadar Lingkungan Santi Sainyakit menambahkan bahwa edukasi di sekolah tidak akan maksimal tanpa peran aktif orang tua di rumah.
“Guru pertama bagi anak adalah orang tua sendiri. Di sekolah mereka belajar secara formal, namun dari orang tua lah mereka belajar tentang adab, sopan santun dan pembentukan kepribadian,” pungkasnya.
Program Kelas Parenting Tamasya Darling ini diharapkan dapat terus menjadi wadah edukasi berkelanjutan, sejalan dengan visi perusahaan untuk memberikan dampak positif bagi sosial-masyarakat serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin Pendidikan Berkualitas dan Kesejahteraan. (ELO)




















