AMBON,MALUKUINSIDE.COM-Aply Siolimbona, seorang nelayan asal Dusun Tapinalu, Desa Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku yang dinyatakan hilang saat pergi melaut tiga hari lalu akhirnya ditemukan.
Kakek berusia 74 tahun ini ditemukan tewas terdampar di kawasan hutan mangrov di pesesir Pantai Desa Sole, Kecamatan Waisala, Kabupaten Seram Bagian Barat pada , Sabtu (7/2/2026) sore.
Korban ditemukan oleh warga setempat yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi hutan mangrov, selanjutnya penemuan itu ilaporkan ke tim SAR gabungan yang semenetara melakukan upaya pencarian terhadap korban.
“Nelayan bernama Aply Siolimbona yang hilang tiga hari lalu dan sedang proses pencarian oleh tim SAR telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” kata Kepala Seksi Operasi Basarnas Ambon Andry Azwar Henaulu kepada wartawan, Sabtu.
Ia mengungkapkan tim SAR mendapat informasi bahwa korban telah ditemukan saat udua regu penyelamat sedang berupaya mencari korban sekira Pukul 16.00 WIT.
Setelah mendapat informasi tersebut, tim SAR gabungan kemudian mendatangi lokasi dan langsung mengevakuasi jasad korban dari lokasi tersebut.
“Selanjutnya jasad korban kemudian dievakuasi oleh Tim SAR menuju Dusun Tapinalu untuk diserahkan kepada keluarga,” ujarnya.
Dengan ditemukannya jasad korban, maka operasi pencarian korban oleh oleh tim SAR dinyatakan ditutup.
Sebelumnya korban pergi melaut dengan menggunakan longboat saat cuaca sedang memburuk pada Rabu dinihari (4/2/2026).
Hingga keesokan harinya, korban tak juga kembali. Warga setempat dan pihak keluarga kemudian berupaya mencari korban dengan menyisir peraiaran desa tersebut namun yang mereka temukan hanyalah longboat milik korban.
Karena tak kunjung menemukan korban, pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak BPBD dan selanjutnya dilaporkan ke Basarnas Ambon. (ELO)




















