AMBON,MALUKUINSIDIDE.COm-Apli Sialimbona (74), seorang nelayan asal Dusun Tapinalu, Desa Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku dilaporkan hilang saat pergi melaut di peraiaran desa tersebut.
Korban diduga terjatuh dan hilang di laut setelah perahu yang ditumpanginya dihantam gelombang tinggi dan cuaca buruk saat sedang melaut di peraiaran desa tersebut pada Rabu dinihari (4/2/2026).
Kepala Badan peanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seram Bagian Barat Nasir Suruali mengatakan berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak keluarga, korban mulai keluar dari rumah untuk pergi melaut pada Pukul 03.00 WIT.
Namun setelah itu korban tak juga kembali ke rumah hingga saat ini.
Pihak keluarga bersama warga dusun yang merasa khawatir akhirnya memutuskan untuk mencari korban ke laut, namun yang mereka dapatkan hanya perahu milik korban yang terombang ambing di laut, sedangkan korban tak ditemukan.
“Keluarga dan masyarakat telah melakukan upaya pencarian namun yang mereka temukan hanya perahu milik korban saja sedangkan korban tak ditemukan,” katanya saat dihubungi via telepon,” Rabu sore
Menurut Nasir, korban pergi melaut di saat cuaca laut sedang memburuk dimana angin bertiup kencang disertai gelombang tinggi dan hujan lebat.
“Dari laporan salah satu nelayan yang bisa pergi melaut bersama korban, satu jam setelah korban pergi melaut itu tiba-tiba cuaca buruk datang, angin kencang disertai gelombang tinggi dan hujan deras terjadi di laut,” ungkapnya.
Terkait kejadian itu pihak BPBD telah melaporkan insiden tersebut ke pihak Basarnas Ambon untuk meminta bantuan pencarian. Saat itu operasi pencarian korban masih dilakukan warga bersama sejumlah polisi.
“BPBD telah melaporkan kejadian ini kepada pihak basarnas Ambon dan meminta bantuan Basarnas untuk mencari korban,” ujarnya.
Sementara Kepala Basarnas Ambon Muhamad Arafah mengaku setelah mendapat laporan terkait kejadian itu tim SAR langsung dikerahkan ke lokasi pencarian sekira Pukul Pukul 16.02 WIT.
“Satu unit Rigit Buoyancy Boat milik Basarnas Ambon ikut dikerahkan menuju lokasi pencarian untuk mencari korban,” katanya.
Menurutnya setelah tiba di Dusun Tapinalu sekira pukul 18.45 WIT, Tim SAR Ambon kemudian berkoordinasi dengan Keluarga korban dan langsung melakukan operasi pencarian.
“Namun karena hari sudah memasuki malam, operasi SAR dihentikan sementara dan akan dilanjutkan pada besok pagi,” ujarnya.
Arafah menambahkan dari keterangan yang diperoleh korban diduga terjatuh dari atas perahunya karena cuaca buruk di laut.
“Kami berharap cuaca pada besok pagi bersahabat sehingga tim bisa melaksanakan operasii penyelaman,” sebutnya. (ELO)




















